Beranda Kabar Sosialisasi Penggunaan Penggunaan Peralatan Sandi Secure Digital Radio Encryption

Sosialisasi Penggunaan Penggunaan Peralatan Sandi Secure Digital Radio Encryption

93
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung meningkatkan keamanan informasi berklasifikasi milik Pemerintah dengan menyeimbangkan Pembangunan kesiapan Sumber Daya Manusia dan Kesiapan Alat Persandian yang mampu melakukan tindakan pengaman fisik, pengamanan administrasi dan pengamanan logic (Cryptography).

Saat ini Lembaga Sandi Negara memberikan kepercayaan kepada Pemerintah Provinsi Lampung untuk menggunakan peralatan sandi Secure Digital Radio Encryption dengan status pinjam pakai. Sehubungan dengan hal tersebut diselenggarakan Sosialisasi Penggunaan Penggunaan Peralatan Sandi Secure Digital Radio Encryption (HYTRE) yang dilaksanakan di Gedung Pusiban Komplek Kantor Gubernur, Selasa (18/04/2018).

Dalam sambutannya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Theresia Sormin menyampaikan bahwa kehidupan di Era Kemajuan Teknologi, perubahan dan perkembangan teknologi saat ini terjadi dengan begitu cepat.

“Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang digunakan dalam komunikasi modern saat ini, sangat berpeluang terjadinya ancaman penyadapan informasi dan pemalsuan informasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perkembangan tersebut perlu diimbangi dengan tingkat pengetahuan yang mumpuni,” terang Theresia

Lebih lanjut dijelaskannya juga Informasi/berita yang berkategori Rahasia Negara, tidak serta merta dapat diberikan kepada masyarakat, karena undang-undang mengamanatkan bahwa pemberian informasi tersebut harus didasarkan pada pengujian tentang konsekuensi yang timbul akibat informasi yang dimaksud diberikan kepada masyarakat.

Diinformasikan oleh Karo Humas dan Protokol Bayana bahwa Dengan kemajuan teknologi informasi saat ini, dibutuhkan filter bagi informasi yang dipublikasikan dan dapat diakses langsung oleh masyarakat untuk menghindari kejahatan cyber.

“Dengan jumlah peserta sosialisasi 77 orang yang terdiri dari Perwakilan SKPD di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, setelah mengikuti sosilaisasi para peserta memiliki pemahaman dan kesadaran bahwa perkembangan teknologi memberikan peluang yang sangat besar dalam upaya pencurian informasi yang bersifat rahasia oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab” tutupnya.

LEAVE A REPLY