Beranda Kabar Polda Lampung Gelar Sosialisasi dan Edukasi Bijak Bermedia Sosial

Polda Lampung Gelar Sosialisasi dan Edukasi Bijak Bermedia Sosial

6
0
BERBAGI

BANDARLAMPUNG– Polda Lampung menggelar sosialisasi dan edukasi bermedia sosial bagi pelajar,mahasiswa,dan warganet Lampung di Hotel Sheraton Bandarlampung, Rabu (28/2/2018).

Pada kegiatan yang dihadiri 200-an peserta itu hadir sebagai narasumber antara lain Kadis Komimfotik Provinsi Lampung Ir. Achmad Chrisna Putra, Ketua Bidang Kompetiei APTIKOM Pusat AKBP. Heru Yulianto SIK, dan Kanit 2 Subdit 2 Diskrimsus Polda Lampung Kompol Hakim Rambe S.Kom.

Kadis Diskominfotik Provinsi Lampung Ahmad Chrisna Putra mengatakan bahwa situs-situs yang telah diblokir oleh pihak Kominfo akan mati permanen tidak dapat dibuka lagi. Hal itu akan dilakukan setelah adanya laporan dari pihak-pihak terkait.

“Untuk saat ini ada lebih dari 17.000 pengaduan untuk pemblokiran, namun keseluruhan yang diblokir adalah situs dewasa,” kata Chrisna Putra.

Chirsna Putra mengatakan bahwa yang paling banyak penyebaran kabar bohong atau hoax dan isu SARA adalah terkait dengan isu soal agama dan politik.

“Pada tahun politik ini, kita semua harus berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial. Menyebarkan kabar bohong dan memanipulasi itu SARA tidak menguntungkan bagi masa depan kita,” katanya.

Kanit II Kasubdit II Cyber Crime Polda Lampung, Kompol Arif Rachman Hakim Rambe mengatakan warganet harus memahami dinamika dan problematika penggunaan medsos. Ketika bermedsos, warganet harus bijak sehingga tidak merugikan orang lain atau pihak lain.

“Sementara ini Lampung aman dari organisasi seperti Saracen dan The Family MCA. Kalau masalah penangkapan terkait penyebaran ujian kebencian di Waykanan itu, murni pribadi bukan bentuk suatu kelompok. Kami lebih tekankan lagi terhadap masyarakat untuk dapat lebih bijak dalam menggunakan media social,” terangnya.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Sulistyaningsih meminta agar masyarakat berhati-hati dalam menerima informasi. Jangan langsung disebarkan kembali tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut.

“Warga juga mesti hati-hati dalam menerima informasi ataupun berita tanpa mengetahui kebenaran informasi tersebut, harus bijaklah dalam menggunakan media sosial, apalagi sekarang kita sudah ada Cyber Troops yang mengawasi hal tersebut,” kata Sulistyaningsih.

LEAVE A REPLY